Minggu, 26 Oktober 2014

Please Understood

Sang putri sebelum cahaya
Kau penuhi kisahku dengan air mata
Kurenungi kisah kita dengan tangis sendu
Hati ini terlalu sakit
Karena cintamu
Serpihan demi serpihan luka kurasa
Kepingan demi kepingan tentang kita kuingat
Semakin kukenang,
Semakin hancur hati ini
Tapi mengapa,
Sampai sekarang aku masih bisa mencintaimu
Pilur pilur luka meleleh
Harapan cinta mengental
Mencoba menghendaki tangis
Dan mencoba menghapus air mata di pipi
Mengapa ...
Luka ini membuatku makin cinta
Kapankah air mata ini menjadi air mata yang bening dan tak keruh
Kapankah deri tangisku terhenti menjadi setetes dan terakhir
Seharusnya tak perlu kutangisi
Harusnya aku kuat
Harusnya tak perlu kupertaruhkan air mata ini
Hanya demi satu kenangan
Dan masa yang telah pergi
Tapi mengapa ...
Mengapa sampai sekarang aku tak bisa melupakannya
Mengapa terus jatuh
Dan menumpah air mata yang perihkan hati ini
Hatiku kini menjadi perasa
Air mata ini jatuh, jatuh untuk cinta yang mengabaikanku
Mataku yang menjadi saksi
Bagaimana air mataku jatuh untuknya
Air mataku terus jatuh terlalu banyak
dan berderai
Terlalu lama menetes
dan terus menumpah
Aku sendiri bersama keluh kesahku
Yang tenggelam dalam suara tangisku
Bersama serpihan hati yang akan kubawa
Hingga aku mati ...

;Kau pasti akan sadar begitu pentingnya,
 disaat ku telah tiada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar